"Posologi mempelajari cara pemberian obat dan dosis. Belajar mudah posologi melelui soal jawab dan pembahasan"
Soal POSOLOGI 2
A. PERTANYAAN TERKAIT POSOLOGI 2, PILIHLAH JAWABAN YANG PALING TEPAT. Sebelumnya silahkan baca soal Posologi 1
1. Berapa % v/v alkohol hasil pencampuran antara 300 ml 95 % v/v, 1000 ml 70 % v/v, dan 200 ml alkohol 50 % v/v
a. 84 % d. 7,2 %
b. 72 % e. 79 %
c. 8,4 %
2. Satu vial 20 ml produk biologi mengandung 2 mega unit, maka tiap milinya mengandung
a. 100 unit d. 10.000 unit
b. 1000 unit e. 100.000 unit
c. 2000 unit
3. Menurut USP, suatu obat dinyatakan “harus terlindung dari cahaya”, maka tempat penyimpanan obat tersebut adalah
a. Tempat gelap
b. Tempat kedap cahaya
c. Tempat terang
d. Tempat kedap udara
e. Tempat terbungkus alumunium
4. Dosis dewasa inj IV zidovudin adalah 2 mg/kg BB 6 kali sehari. Berapa mg yang diterima pasien dengan berat badan 60 kg tiap harinya
a. 120 mg d. 720 mg
b. 360 mg e. 780 mg
c. 660 mg
5. R/ Epedrin sulfat 0,25 %
NaCl fisiologis qs 10 ml
Berapa ml larutan stok efedrin sulfat 2% b/v yang dibutuhkan untuk memenuhi resep di atas
a. 0,25 ml d. 3 ml
b. 0,025 ml e. 1,25 ml
c. 1,5 ml
6. Diantara sediaan obat di bawah ini, mana yang tidak boleh digerus (dibuat puyer) dalam pemberiannya
a. Tablet
b. Kapsul
c. Kapsul (sustained) lepas lambat
d. Tablet salut (enteric coated)
e. c da d benar
7. Dosis sefapirin 6 g/hari, harus diberikan melalui infus, sediaan sefapirin 2 g/10 ml. Alat yang tersedia perangkat infus dengan faktor 60 tetes/ml. Obat yang harus diberikan diencerkan dengan dektrosa 5% b/v sebanyak 500 ml. Berapa tetes/menit larutan infus tersebut diberikan
a. 10 tetes/menit d. 132 tetes/menit
b. 20 tetes/menit e. 12,5 tetes/menit
c. 22 tetes/menit
8. Lima ratus ml infus mengandung 11,72 g KCl. Berapa mili equivalen (m Eq) KCl yang ada (BM KCl = 74,6) dalam sediaan di atas
a. 25,4 d. 300
b. 40 e. 450
c. 157
9. Perubahaan yang mungkin terjadi jika larutan aminofilin terpapar udara adalah
a. Terbentuk kristal teofilin
b. Terbentuk gas CO2
c. Terbenuk endapan etilen diamin
d. Terbentuk endapan aminofilin
e. Warna menjadi gelap
10. Suatu larutan kalsium mengandung 1,5 m Eq per 100 ml. Jika larutan tersebut dinyatakan dalam mg/L (BA Ca = 40) adalah
a. 30 mg d. 300 mg
b. 60 mg e. 600 mg
c. 150 mg
11. Diasumsikan bahwa pasien dengan BB 60 kg mempunyai kliren kreatinin 40 ml/menit. Berapa dosis pemeliharaan jika dosis normalnya adalah 4 mg/kg BB
a. 60 mg d. 110 mg
b. 100 mg e. 240 mg
c. 120 mg
12. Termasuk tepat dalam pemberian obat, kecuali
a. Tepat pasien d. Tepat waktu
b. Tepat obat e. Tepat tempat obat
c. Tepat dosis
13. Pemberian dengan cara di bawah ini akan menimbulkan efek lokal dan biasanya digunakan untuk tes kepekaan/alergi
a. Injeksi subkutan (SK)
b. Injeksi intradermal (ID)
c. Injeksi Intramuskular (IM)
d. Injeksi Intravena (IV)
e. Infus
14. Tanda awal terjadinya dekomposisi larutan epinefrin adalah
a. Timbul endapan coklat
b. Timbul warna pink
c. Timbul endapan putih
d. Terbentuknya kristal
e. Timbul bau
15. Suatu obat dikatakan kadalu warsa (expired date) pada juli 2006. Pernyataan ini berarti bahwa pada tanggal tersebut aktifitas/kadar obat berkurang sebanyak
a. 5 %
b. 10 %
c. 20 %
d. 50 %
e. Tergantung monografinya obat tersebut
16. Cara perhitungan dosis untuk anak yang paling tepat adalah berdasarkan pada
a. Berat badan d. Tinggi badan
b. Usia e. Kebiasaan
c. Luas permukaan tubuh
17. Prokainamid harus diberikan melalui infus dengan dosis 3 mg/menit. Sediaan yang tersedia 1 g dan dilarutkan dalan cairan infus 250 ml. Alat infus yang ada 60 tetes/ml. Berapa tetes infus tersebut yang harus diberikan tiap menitnya.
a. 4,15 d. 45
b. 15 e. 60
c. 30
18. Dalam monografinya, dikatakan suatu obat akan expired date jika kadarnya ≤ 90 % . Obat tersebut dalam penyimpanannya terdegradasi mengikuti orde 1, maka waktu expired date sesuai dengan persamaan
a. 0,693/K1 d. 0,1 Ao/K0
b. 0,105/K1 e. 0,5 Ao
c. 0,5 Ao/K0
19. Berapa m2 luas permukaan tubuh seorang anak yang mempunyai tinggi 120 cm dan berat badan 35 kg
a. 1,08 m2 d. 0,65 m2
b. 1,17 m2 e. 2 m2
c. 1,73 m2
20. Perhitungan dosis untuk obat-obat yang mempunyai l indek terapi (IT) sempit dan obat kanker, seharusnya dihitung berdasarkan
a. Berat badan d. Tinggi badan
b. Umur e. 0,85 x dosis normal
c. Luas permukaan tubuh
21. Dua obat yang mempunyai ikatan dengan protein sangat kuat (98%) jika diberikan secara bersamaan akan terjadi
a. Peningkatan distribusi dalam jaringan
b. Peningkatan ekresi renal
c. Peningkatan metabolisme
d. Kadar obat bebas turun
e. Interaksi farmakokinetik
22. Diantara spuit (ukuran spuit) di bawah ini mana yang paling baik digunakan untuk memberikan injeksi insulin
a. 16G 5/8” d. 25 G 5/8”
b. 21 G ½” e. 25 G 1”
c. 21 G 5/8”
23. Wing nedle (jarum bersayap) umumnya digunakan pada pemberian injeksi jalur
a. Intradermal (ID) d. Intravena (IV)
b. Intramuskular (IM) e. Subkutan (SK)
c. Intratekal (IT)
24. Volume cairan maksimum yang dapat diberikan melalui infus untuk stabilisasi pasien adalah
a. 1 L d. 12 L
b. 4 L e. 16 L
c. 8 L
25. Nilai osmolaritas larutan parenteral yang isotonis dengan sel darah merah adalah?
a. 20 mosm/L d. 150 mosm/L
b. 70 mosm/L e. 308 mosm/L
c. 80 mosm/L
Untuk belajar melalui soal dan jawaban bisa membaca lebih lanjut buku: 777 Soal Jawab & Pembahasan Farmakoterapi Dilengkapi Soal Farmakokinetik untuk Persiapan Uji Kompetensi
B. JAWABAN SOAL POSOLOGI 2
1. Jawab b.
% v/v = milliliter alkohol dalam 100 ml larutan.
Alkohol mutlak yang terdapat pada:
300 ml 95 % → 300 ml x 95 ml/100 ml = 285 ml
1000 ml 70 % → 1000 ml x 70 ml/100 ml = 700 ml
200 ml 50 % → 200 ml x 50 ml/100 ml = 100 ml, total=
1085 ml. Alkohol mutlak = 1085 ml, volume total 1500 ml, jadi
konsentrasi gabungan =
1085 ml : 1500 ml = 0,723 x 100 % = 72,3 % v/v
2. Jawab e.
2 Mega unit = 2.000.000 unit, jadi dalam setiap ml terdapat
2.000.000 unit : 20 ml = 100.000 unit/ml
3. Jawab b.
Tempat harus dapat menghambat sinar dengan panjang gelombang 290-450 nm. Tempat dapat terbuat dari gelas atau plastik.
4. Jawab d.
2 mg/kg → 60 kg → 120 mg, untuk 6 kali pemakaian = 120 mg x 6 =720 mg
5. Jawab e.
Dalam resep di atas, 0,25 % b/v → 0,25 g/100 ml
Untuk 10 ml → 0,025 g.
Larutan stok = 2% → 2 g/100 ml → 2 g/100 ml x A = 0,025 g
0,025 g : 2 g x 100 ml = 1,25 ml
6. Jawab e.
Kapsul substaind-release tidak boleh digerus dan dilarutkan karena obat akan di absorpsi dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang sudah diatur oleh pabrik dan sangat mungkin kadar obat dalam darah akan melewati kadar toksik minimum, jika dosis tidak diperhitungkan. Tablet salut atau (eteric coated) tidak boleh digerus, karena obat yang di salut enterik ditujukan untuk tidak hancur di lambung. Alasan salut enterik antara lain obat dapat rusak oleh asam atau enzim lambung atau mungkin menimbulkan iritasi terhadap lambung.
7. Jawab c.
Volume larutan sefapirin yang diperlukan adalah =
6g : 2g x 10 ml = 30 ml
Volume larutan total yang harus di infuskan= 30 ml + 500 ml = 530 ml, maka :
Jumlah larutan x tetes per/ml (alat) : Lama pemberian (menit)= 22 tetes/menit
8. Jawab c.
mg = mEq. BM : Valensi
11720 mg = mEq. 74,6 : 1
mEq =11720 /74,6
X = 157 mEq
Atau
1 ekivalen KCl = 74,6 g
1 milliekivalen = 74,6 mg
Sehingga 1170 mg : 74,6 mg = 157 mEq
9. Jawab a.
Aminofilin adalah teofilin yang dicampur dengan etilendiamin untuk meningkatkan kelarutan teofilin. Jika terpapar udara larutan aminofilin akan menyerap CO2, dan dapat terbentuk teofilin bebas yang tidak larut / mengendap. Dalam monografi, untuk menggunakan aminofilin harus dilihat apakah ada endapan atau tidak, karena alasan tersebut di atas.
10. Jawab d.
Valensi Ca = 2
1 mEq Ca++ = 40 mg/2=20 mg
1,5 mEq = 30 mg
Jadi terdapat 30 mg/100ml atau 300 mg/1000 ml
11. Jawab b.
Dosis pemeliharan normal
60 kg x 4 mg/kg = 240 mg
Jika kliren normal kreatinin adalah 100 ml/menit, maka dosis pemeliharan adalah: 40 ml/menit : 100/menit =96 atau 100 mg
12. Jawab e.
Tepat tempat obat
13. Jawab b.
Injeksi intradermal biasanya untuk test alergi, injeksi tuberkulin hanya bersifat lokal untuk test adanya infeksi TBC.
14. Jawab b.
Epinefrin adalah satu katekolamin yang sangat sensitif terhadap oksidasi, oksidasi akan menyebabkan inaktivasi, indikasi terjadinya oksidasi diawali dengan timbulnya warna pink, lalu gelap dan diikuti endapan berwarna coklat.
15. Jawab e.
Expired date (kadalu warsa) menunjukkan batas suatu obat masih memenuhi spesifikasi / monografinya, kebanyakan obat dikatakan exp.date jika kadar/aktifitasnya berkurang 10 % nya. Beberapa obat dikatakan exp.date jika kadar/aktifitasnya berkurang 5-10% nya, tergantung obatnya. Digoksin misalnya dikatakan belum expired date jika kadarnya masih dalam rentang 92-108%, artinya dinyatakan exp. date jika berkurang 8 % nya atau lebih.
16. Jawaban c.
Dosis untuk anak dapat dihitung berdasarkan umur, berat badan dan luas permukaan tubuh atau kombinasi dari faktor-faktor di atas. Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan tubuh paling akurat karena fenomena fisiologis tubuh lebih dekat berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Anak kecil memerlukan dosis per kg berat badan yang lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa karena metabolismenya lebih cepat, tetapi pada anak yang gemuk akan mendapatkan dosis yang terlalu besar jika berdasarkan berat badannya.
17. Jawab d.
Lihat penjelasan no. 7
Obat yang harus diberikan = 45 tetes/menit
18. Jawab b.
Degradasi obat mengikuti orde satu berarti hubungan antara kadar obat dalam sediaan versus waktu adalah sebagai berikut
log Cpt = Log Cpo – K/2.303 t, expired date berarti terjadi pada t 90 % yang pada saat itu Cpt = 0,9 Cpo?
log 0,9 Cpo = Log Cpo - K/2.303 x 90
= Log Cpo - log 0,9 Cpo
= log 1,1 t 90 = 1,05/K1
Untuk lebih menguasai hal ini baca buku: Farmakokinetika dan Aplikasinya
19. Jawab a.
Luas permukaan tubuh (LPT) dapat dihitung berdasarkan tinggi dan berat badan dengan rumus = 1,08 m2
20. Jawab c.
Untuk mengurangi efek toksik dan menghindari dosis subterapi dari obat dengan indek terapi sempit dan obat kanker adalah berdasarkan luas permukaan tubuh karena akan menghasilkan dosis yang paling tepat.
21. Jawab e.
Obat yang sangat kuat terikat oleh protein , berarti distribusi obat tersebut ke jaringan akan berkurang, karena obat terikat dengan protein tidak dapat menembus membran. Obat yang 98 % nya terikat oleh protein berarti yang bebas hanya 2%, kemudian jika ada obat lain yang mengikat protein yang sama akan cenderung menggusur obat lain sehingga obat yang bebas akan meningkat. Padahal obat dalam bentuk bebaslah yang berperan dalam menimbulkan efek toksik atau efek farmakologi.
22. Jawab d.
Larutan insulin mempunyai viskositas yang rendah dan untuk terapi jumlah (volumenya) hanya sedikit. Untuk ketelitian pengukuran lebih baik menggunakan jarum yang lubangnya kecil sekitar 25-26 G. Karena pemberian injeksi ini adalah secara subkutan, lebih baik jika panjang jarum ½-5/8 inchi.
23. Jawab d.
Jarum yang dilengkapi sayap memudahkan untuk memasukannya ke dalam vena dan sebagai tempat untuk mengikat/meletakkan dengan kulit supaya jarum tidak mudah goyah. Jarum bersayap terutama digunakan untuk pemberian IV, terutama infus.
24. Jawab b.
Meskipun kebutuhan cairan maksimal seseorang sangat bervariasi (tergantung pasien), pemberian cairan melalui infus > 4 L kemungkinan menyebabkan kelebihan cairan yang dapat mengencerkan elektrolit dalam sel tubuh.
25. Jawab e.
Satuan osmolaritas adalah mosm/L. Besar nilai osmolitas larutan yang diberikan pada manusia harus diketahui dan dicantumkan dalam label. Jika cairan diberikan pada manusia (dalam jumlah cukup besar) dan tidak isotonis dengan cairan tubuh akan menyebabkan hemolisis. Obat-obat yang diberikan melalui injeksi umumnya mempunyai osmolaritas sekitar 308 mosm. Sebagai contoh larutan 5 % dekstrosa osmolaritasnya 280 mosm/L, sedangkan 0,9 % NaCl osmolaritasnya 380 mosm/L. Cara menghitung osmolaritas larutan adalah mengetahui berapa mmol jumlah zat yang terlarut (ada) dan dikalikan dengan jumlah ion yang terbentuk oleh 1 molekul zat tersebut.
Contoh 0,9 % b/v NaCl = 9 g/L
BM NaCl = 58,4 9g/58,4 g =0,154 mol
150 mmol x 2 (1 Na+, 1 Cl-) = 308 mosm/L
Baca soal posologi 1, jika anda belum membacanya