"Belajar lebih mudah farmakologi dan terapi melalui soal-jawab dan pembahasan"
SOAL PENGANTAR FARMAKOLOGI
A. PERTANYAAN PENGANTAR FARMAKOLOGI, PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR
- Cabang farmakologi yang mempelajari cara kerja obat dalam tubuh atau pengaruh obat terhadap tubuh, disebut
a. Farmakodinamik d. Toksikologi
b. Farmakokinetik e. Farmasi
c. Farmakoterapi
2. Efek yang tidak diinginkan timbul karena penggunaan obat pada dosis lazim atau dosis terapi yang umumnya akan berkurang atau hilang jika dosis turunkan, adalah
a. Therapeutic effect d. Adverse event
b. Side effect e. Serious Adverse event
c. Toxic effect
3. Termasuk farmakokinetik adalah absorpsi, distribusi, metabolism, dan ekskresi. Setelah mengalami salah satu proses kinetika berikut, suatu obat menjadi lebih polar, kurang toksik, dan lebih mudah diekskresi.
a. Onset d. Metabolisme
b. Absorpsi e. Ekskresi
c. Distribusi
4. Merupakan parameter atau tolok ukur keamanan relatif suatu obat yang menggambarkan perbandingan antara dosis letal dengan dosis efektif.
a. ED50 d. Therapeutic window
b. LD50 e. Intensitas effect
c. IT
5. Golongan obat yang dapat diperoleh tanpa harus menggunakan resep dokter yang ditandai dengan lingkaran biru pada kemasannya, adalah?
a. Obat bebas d. Kuasi
b. Obat bebas terbatas e. Keras
c. OWA
6. Suatu obat dapat berikatan dengan reseptor dan menimbulkan efek tetapi efek tidak dapat mencapai maksimal walaupun dengan peningkatan dosis, karena ikatan tidak sempurna (lock and key)
a. Agonis d. Antagonis
b. Agonis kompetitif e. Antagonis parsial
c. Agonis parsial
7. Daftar obat yang telah disepakati oleh Komite Farmasi dan Terapi (KFT) untuk digunakan di RS
a. DOEN d. Panduan terapi
b. Formularium e. Fornas
c. DPHO
8. Nama orang yang pertama kali melakukan verifikasi efek obat menggunakan hewan adalah
a. Paracelsus d. Alexander Fleming
b. Rudolf Bucheim e. Johan J wepfer
c. John J Abel
9. Menurut penggolongan obat FDA, obat yang sudah pasti bersifat teratogenik dan dikontraindikasikan pada wanita hamil adalah
a. Golongan A d. Golongan D
b. Golongan B e. Golongan X
c. Golongan C
10. Istilah untuk menyebut efek maksimum yang dapat dicapai oleh suatu obat adalah
a. Respon d. Potensi
b. Durasi e. intensitas
c. Efikasi
11. Merupakan contoh obat yang diekstrak dari tanaman dan termasuk golongan prekusor
a. Kaolin d. Efedrin
b. Insulin e. Interleukin
c. Aspirin
12. Pernyataan berikut yang paling benar adalah
a. Obat dagang selalu lebih efektif
b. Obat mahal selalu lebih baik
c. Obat baru selalu lebih baik
d. Obat berspektrum luas lebih baik
e. Kondisi pasien sebagai dasar dalam memilih obat
13. Penentuan dosis pada neonatus, bayi prematur, dan obat kanker yang paling tepat adalah berdasarkan pada
a. Berat badan d. Tinggi badan
b. Umur e. Luas permukaan tubuh
c. Lingkar tubuh
14. Dua obat bekerja pada reseptor yang berbeda dan menghasilkan efek yang berlawanan, disebut:
a. Antagonis fisiologi d. Antagonis reversibel
b. Antagonis kimiawi e. Antagonis disposisi
c. Antagonis kompetitif
15. Dapat berikatan dengan reseptor tetapi tidak menimbulkan efek atau perubahan fisiologi
a. Agonis parsial
b. Antagonis kompetetif
c. Antagonis
d. Agonis murni
e. Agonis kompetitif
Untuk belajar melalui soal dan jawaban materi lain saudara dapat membaca buku: 777 Soal Jawab & Pembahasan Farmakoterapi Dilengkapi Soal Farmakokinetik untuk Persiapan Uji Kompetensi
B. JAWABAN DAN PEMBAHASAN (SOAL PENGANTAR FARMAKOLOGI)
- Jawab a.
Semua jawaban, baik a, b, c, dan d adalah cabang farmakologi. Farmakodinamik mempelajari aksi dan kerja obat dalam tubuh atau pengaruh obat terhadap tubuh, sedangkan farmakokinetik adalah mempelajari pengaruh tubuh terhadap obat atau perjalanan obat yang meliputi absorpsi (A), distribusi (D), metabolisme (M), dan ekskresi (E) atau ADME.
2. Jawab b.
- Efek adalah sesuatu yang dapat menyebabkan perubahan baik psikologis, fisiologis, maupun biokimiawi
- Adverse event adalah istilah untuk menyebut kejadian medik yang tidak diinginkan pada pasien atau subjek uji klinik akibat pemakaian obat, baik ada atau tidak ada hubungan sebab akibat dengan obat yang dipakai.
- Side effect adalah efek yang tidak diingkan timbul karena obat pada dosis lazim yang sifatnya tidak berbahaya dan efek itu akan berkurang atau hilang jika dosis diturunkan
- Serious Adverse event adalah istilah untuk menyebut kejadian medik yang tidak diinginkan pada pasien atau subjek uji klinik yang dapat mengakibatkan kematian, mengancam jiwa, memerlukan perawatan atau perpanjangan perawatan di RS, cacat/ketidak mampuan yang menetap (disability), dan cacat bawaan/lahir
- Theraupetic effect adalah efek yang diinginkan dari pemberian obat untuk mengurangi atau menghilangkan gejala atau penyakitnya
- Toxic effect adalah efek yang tidak diinginkan karena kelebihan dosis atau kadar obat di atas kadar toksik minimal, bersifat sangat berbahaya atau mengancam kehidupan.
3. Jawab d.
Metabolisme atau sering disebut biotransformasi adalah suatu perubahan senyawa kimia/obat dalam tubuh yang dikatalisa oleh suatu enzim. Metabolisme menyebabkan zat kimia atau obat menjadi lebih polar sehingga mudah diekskresikan (relatif kurang mengalami reabsorpsi), dan menjadi relatif kurang toksik karena kadarnya lebih cepat berkurang. Proses metabolisme dapat bersifat oksidasi, hidrolisa, hidrasi, dan kunjunggasi.
4. Jawab c.
IT adalah perbandingan antara LD50 dengan ED50 (LD50/ED50), semakin besar nilainya berarti jarak antara dosis efektif dan dosis toksik relatif jauh, berarti obat relatif aman. Contoh obat dengan IT sempit adalah digoksin, fenitoin, siklosforin, dan teofilin yang dalam pemakaiannya untuk keamanan pasien perlu dilakukan pemantahuan kadar obat dalam darah (PKOD).
5. Jawab b.
Golongan obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan ditandai lingkaran berwarna biru dalam kemasannya adalah bebas terbatas, yang masuk kategori obat over the counter (OTC). Yang ditandai lingkaran hijau pada kemasannya adalah obat bebas. Obat wajib apotik (OWA) juga boleh, tetapi harus diserahkan oleh apoteker.
6. Jawab c.
Agonis adalah obat atau zat yang dapat berikatan dengan reseptor dan dapat menimbulkan efek. Agonis parsial dapat berikatan dengan reseptor tetapi tidak sebagaimana lock and key (gembok dan kunci) sehingga efeknya tidak dapat mencapai 100 % (maksimum) walaupun dosisnya dinaikkan. Contohnya metadon, kodein, dan buprenorfin ketika berikatan dengan reseptor heroin.
7. Jawab b.
Formularium adalah daftar obat yang disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi di rumah sakit yang anggotanya terdiri dari dokter, apoteker, dokter gigi, perawat, dan tenaga kesehatan lain. Adanya formularium merupakan upaya bagi pengendalian penggunaan obat di RS supaya efektif, aman, dan ekonomis. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatannya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Daftar plafon harga obat (DPHO), suatu daftar obat yang dulu diperuntukkan bagi peserta ASKES. Formularium Nasional (Fornas) daftar obat yang ditanggung sistem jaminan kesehatan nasional (SJSN).
8. Jawab e.
a. Rudolf Buchheim (1820–1879), pertama kali mendirikan institut farmakologi di Universitas Dorpat (Tartu, Estonia) tahun 1847
b. Oswald Schmiedeberg (1838–1921) bersama seorang ahli penyakit dalam, Bernhard Naunyn (1839–1925) menerbitkan jurnal farmakologi pertama
c. John J. Abel (1857–1938), bapak farmakologi Amerika, pendiri jurnal Pharmacology and Experimental Therapeutics yang diterbitkan tahun 1909 sampai sekarang
d. Alexander Fleming adalah penemu penisilin tahun 1940
e. Johann Jakob Wepfer (1620–1695) adalah seorang ahli patologi dan farmakologi Swiss yang berasal dari Schaffhausen. Wepfer memberikan kontribusi penting dalam bidang farmakologi eksperimental dan toksikologi
9. Jawab e.
Penggolongan obat berdasarkan keamanan jika diberikan selama kehamilan
- Kategori A: Tidak ada risiko yang ditimbulkan dalam studi pada manusia (studi pada wanita hamil belum menunjukkan risiko pada janin selama trimester pertama).
- Kategori B: Tidak ada risiko dalam studi pada hewan coba (tidak ada studi yang memadai pada manusia, tetapi studi pada hewan coba tidak menunjukkan risiko pada janin).
- Kategori C: Risiko tidak dapat dikesampingkan. Tidak ada studi yang memuaskan pada wanita hamil, tetapi studi pada hewan coba menunjukkan risiko pada janin; potensi manfaat obat mungkin lebih besar daripada risikonya.
- Kategori D: Bukti risiko (studi pada wanita hamil telah menunjukkan risiko pada janin, potensi manfaat obat mungkin lebih besar daripada risikonya).
- Kategori X: Kontraindikasi (studi pada wanita hamil telah menunjukkan risiko pada janin, dan/atau studi pada manusia atau hewan telah menunjukkan kelainan janin, risiko obat lebih besar daripada potensi manfaatnya).
10. Jawab c.
- Respon yaitu semua efek obat pada setiap proses fisiologis dan patologis dalam kaitan dengan efektivitas dan reaksi yang tidak diinginkan.
- Efikasi atau efficacy adalah respon maksimal yang dapat dihasilkan oleh suatu obat
- Durasi : lama kerja obat
- Potensi merupakan ekspresi/besarnya aktivitas suatu obat yang berkaitan dengan besar dosis yang diberikan.
- Intensitas efek intilah yang merujuk jarak antara kadar efektif minimal dengan kadar maksimal (dalam grafik hubungan kadar VS waktu)
11. Jawab d.
- Efedrin adalah suatu dekongestan yang diperoleh dari ekstrak tanaman Efendra vulgaris. Efedrin diisolasi pertama kalinya oleh Nagayoshi Nagai dari tanaman Ephedra vulgaris (sinonim: Ephedra distachya) pada 1885. Contoh obat lain yang termasuk prekusor antara lain Ergometrin dan Ergometamin
12. Jawab d.
Pemilihan obat tidak akan tepat jika diagnosa tidak benar. Dalam terapi menggunakan obat, setelah diagnosa dilakukan dilanjutkan menetapkan tujuan terapi, lalu memilih obat sesuai tujuan terapi dan kondisi pasien. Obat terbaik adalah obat yang sesuai dengan kondisi dan tujuan pengobatan pada pasien. Selama in memang masih terjadi miskonsepsi tentang obat, bahwa obat bermerek, obat mahal, obat baru, dan obat berspektrum luas adalah lebih baik.
13. Jawab e.
Perhitungan dosis yang lebih tepat adalah berdasarkan luas permukaan tubuh
14. Jawab a.
- Antagonis : obat atau zat yang berikatan dengan reseptor tetapi tidak dapat menimbulkan efek dan dapat mencegah reseptor berikatan dengan obat lain, sehingga juga mencegah efek obat lain.
- Antagonisme fisiologik adalah dua obat yang mempunyai efek yang berlawanan dan cenderung untuk meniadakan satu sama lainnya (untuk menjelaskan interaksi).
- Antagonis kompetitif : menyebabkan agonis kurang potensial, karena harus berkompetisi dalam berikatan dengan reseptor, sehingga perlu peningkatan dosis agonis untuk mencapai efek maksimum
- Antagonis non kompetitif : mengurangi respon maksimal yang dapat dihasilkan oleh suatu agonis, peningkatan dosis tidak menyebabkan efek menjadi maksimal sebagaimana tanpa antagonis, karena agonis dan antagonis non tidak berkompetisi dalam menduduki reseptor yang sama
15. Jawab c.
Lihat penjelasan no 14.