EDUKASI FARMASI UNTUK MASYARAKAT

Salep Steroid Tidak Boleh Dipakai Terus-Menerus

By Tim Leskonfi
Journalist
May 26, 2026 5 min read
Salep Steroid Tidak Boleh Dipakai Terus-Menerus
Photo by Unsplash

"Salep steroid memang cepat meredakan gatal dan kemerahan, tetapi penggunaan terus-menerus dapat menyebabkan kulit menipis, jerawat steroid, hingga ket..."

Salep Steroid Tidak Boleh Dipakai Terus-Menerus

      Salep gatal atau salep untuk eksim termasuk salah satu obat kulit yang sangat populer di masyarakat. Ketika kulit terasa gatal, merah, iritasi, atau muncul ruam, banyak orang langsung mencari salep yang dianggap paling ampuh. Tidak sedikit pula pasien merasa sangat cocok dengan salep tertentu karena setelah dioleskan, gatal cepat berkurang, kemerahan mereda, dan kulit tampak lebih baik hanya dalam waktu singkat.

      Karena efeknya cepat terasa, sebagian masyarakat kemudian menggunakan salep tersebut berulang kali setiap kali keluhan muncul. Bahkan, ada yang menjadikannya “salep andalan” dan digunakan hampir setiap hari tanpa konsultasi ulang dengan tenaga kesehatan. Padahal, banyak salep gatal atau salep eksim yang mengandung kortikosteroid topikal atau salep steroid. Obat ini memang sangat efektif untuk mengurangi peradangan kulit, tetapi tidak boleh digunakan sembarangan atau terus-menerus tanpa pengawasan.

      Sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya berjudul Obat yang Cepat Bikin Enak Belum Tentu Bagus: Waspadai Efek Instan dari Steroid”, efek instan dari steroid sering membuat pasien merasa obat tersebut aman dan cocok digunakan kapan saja. Padahal, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit. Karena itu, penting bagi masyarakat maupun mahasiswa kesehatan memahami bahwa salep steroid bukan sekadar “salep gatal biasa”, melainkan obat yang harus digunakan secara tepat dan terbatas.

Apa Itu Salep Steroid?

      Salep steroid adalah obat oles yang mengandung kortikosteroid topikal, yaitu steroid yang digunakan pada permukaan kulit untuk mengurangi inflamasi atau peradangan. Obat ini banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kulit, seperti:

  • dermatitis atopik, 
  • eksim, 
  • dermatitis kontak, 
  • psoriasis tertentu, 
  • alergi kulit, 
  • dan beberapa penyakit inflamasi kulit lainnya. 

Kortikosteroid topikal tersedia dalam berbagai bentuk, seperti:

  • salep, 
  • krim, 
  • lotion, 
  • gel, 
  • maupun spray. 

Salep steroid juga memiliki tingkat potensi yang berbeda-beda, mulai dari potensi rendah hingga sangat kuat.

1.     Steroid potensi rendah, contohnya:

  • hydrocortisone. 

Biasanya digunakan untuk area sensitif atau kasus ringan.

2.     Steroid potensi sedang, contohnya:

  • triamcinolone acetonide, 
  • mometasone furoate. 

3.     Steroid potensi kuat, contohnya:

  • betamethasone dipropionate, 
  • clobetasol propionate. 

      Steroid potensi tinggi biasanya digunakan untuk kondisi tertentu dan dalam pengawasan ketat karena risiko efek sampingnya lebih besar. Masalahnya, masyarakat sering tidak memahami bahwa salep yang digunakan mengandung steroid. Banyak pasien hanya mengenalnya sebagai “salep gatal yang ampuh”. Padahal, seperti dijelaskan pada artikel “Benarkah Steroid Aman Asal Dosis Kecil?”, penggunaan steroid tetap memiliki risiko meskipun digunakan dalam jumlah yang tampak sedikit.

Mengapa Salep Steroid Cepat Membantu?

     Salah satu alasan salep steroid sangat populer adalah karena efeknya cepat terlihat. Setelah dioleskan, kulit yang merah dan gatal sering kali membaik dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena steroid memiliki efek antiinflamasi yang sangat kuat.

1.     Mengurangi Peradangan

Pada kondisi seperti eksim atau dermatitis, kulit mengalami proses inflamasi yang menyebabkan:

  • kemerahan, 
  • gatal, 
  • bengkak, 
  • dan iritasi. 

Steroid membantu menekan proses inflamasi tersebut sehingga gejala cepat berkurang.

2.     Mengurangi Gatal

Rasa gatal pada penyakit kulit sering sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Ketika steroid mengurangi inflamasi, rasa gatal juga ikut membaik. Inilah yang membuat pasien merasa salep steroid sangat “cocok”.

3.     Kulit Tampak Cepat Membaik

Karena kemerahan dan iritasi cepat mereda, pasien sering merasa penyakit kulitnya sudah sembuh total.

      Padahal, seperti telah dibahas pada artikel “Dexamethasone Bukan Obat untuk Semua Radang”, hilangnya gejala belum tentu berarti penyebab masalah sudah benar-benar teratasi. Pada beberapa kondisi, gejala bisa muncul kembali setelah penggunaan dihentikan, terutama bila penyebab dasarnya belum dikendalikan. Akibatnya, pasien menjadi terbiasa menggunakan salep steroid berulang kali tanpa evaluasi lebih lanjut.

Risiko Pemakaian Jangka Panjang

Walaupun sangat membantu pada kondisi tertentu, penggunaan salep steroid terus-menerus dapat menimbulkan berbagai efek samping pada kulit.

1. Kulit Menjadi Tipis

Salah satu efek samping paling sering adalah atrofi kulit atau penipisan kulit. Kulit menjadi:

  • lebih tipis, 
  • mudah lecet, 
  • tampak mengilap, 
  • dan lebih rapuh. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan jangka panjang, terutama pada area sensitif.

2. Stretch Mark

Penggunaan steroid yang berlebihan dapat menyebabkan munculnya stretch mark atau garis-garis pada kulit. Stretch mark akibat steroid sering kali sulit hilang, terutama bila sudah berat.

3. Jerawat Steroid

Sebagian pasien mengalami munculnya jerawat akibat penggunaan steroid topikal, terutama pada wajah. Jerawat steroid biasanya tampak sebagai benjolan kecil yang muncul merata dan dapat memburuk bila penggunaan terus dilanjutkan.

4. Ketergantungan Steroid Topikal

Salah satu masalah yang mulai banyak dibahas adalah topical steroid dependence atau ketergantungan steroid topikal. Pasien merasa kulit membaik saat memakai steroid, tetapi begitu dihentikan, kemerahan dan gatal muncul kembali bahkan terasa lebih berat. Akibatnya, pasien terus menggunakan salep steroid agar kulit tetap tampak normal. Kondisi ini sering membuat pasien merasa “tidak bisa lepas” dari salepnya.

5. Infeksi Jamur Tersembunyi

Steroid dapat menekan respons imun lokal pada kulit. Akibatnya, infeksi jamur tertentu bisa tersamarkan dan tampak membaik sementara. Padahal, jamurnya sendiri belum hilang dan justru dapat menyebar lebih luas. Kondisi ini dikenal sebagai tinea incognito, yaitu infeksi jamur yang berubah bentuk karena penggunaan steroid. Karena itu, penggunaan salep steroid tanpa diagnosis yang tepat dapat menyebabkan masalah kulit menjadi lebih sulit ditangani.

Bagian Tubuh yang Paling Berisiko

Tidak semua area kulit memiliki risiko yang sama terhadap efek samping steroid.

1. Wajah, kulit wajah relatif lebih tipis dan sensitif sehingga lebih mudah mengalami:

  • penipisan kulit, 
  • jerawat steroid, 
  • kemerahan, 
  • hingga pelebaran pembuluh darah. 

Karena itu, penggunaan steroid pada wajah harus sangat hati-hati.

2. Lipatan kulit, area seperti:

  • ketiak, 
  • selangkangan, 
  • bawah payudara, 
  • dan lipatan leher 

lebih mudah menyerap steroid sehingga risiko efek samping meningkat.

3. Anak-Anak

Kulit anak lebih tipis dibandingkan orang dewasa sehingga penyerapan steroid dapat lebih besar.

Selain itu, luas permukaan kulit anak relatif lebih besar dibanding berat badannya sehingga risiko efek sistemik juga lebih tinggi. Karena itu, penggunaan steroid pada anak harus benar-benar sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Cara Penggunaan yang Lebih Aman

Salep steroid tetap dapat digunakan secara aman bila digunakan dengan benar dan sesuai indikasi.

1. Gunakan Sesuai Fingertip Unit

Salah satu cara sederhana menentukan jumlah salep adalah menggunakan konsep fingertip unit, yaitu jumlah salep sepanjang ujung jari telunjuk orang dewasa. Konsep ini membantu mencegah penggunaan berlebihan.

2. Gunakan dalam Durasi Singkat

Pada banyak kasus, steroid topikal digunakan dalam waktu terbatas sampai inflamasi terkendali. Penggunaan jangka panjang tanpa evaluasi sebaiknya dihindari.

3. Evaluasi Berkala

Bila keluhan sering kambuh atau membutuhkan penggunaan berulang, pasien perlu dievaluasi kembali:

  • apakah diagnosisnya tepat, 
  • apakah ada faktor pencetus, 
  • atau apakah diperlukan terapi lain. 

4. Jangan Dijadikan Krim Harian

Salep steroid bukan produk perawatan kulit harian. Sayangnya, sebagian orang menggunakan steroid sebagai “krim andalan” agar kulit tetap nyaman atau tampak lebih baik. Padahal, penggunaan rutin tanpa kontrol justru meningkatkan risiko efek samping.

      Sebagaimana dibahas pada artikel Obat Pegal Warung Belum Tentu Aman: Waspadai Steroid Tersembunyi”, penggunaan steroid secara terus-menerus tanpa sadar dapat menimbulkan masalah jangka panjang, baik pada kulit maupun tubuh secara keseluruhan.

Penutup

      Salep steroid merupakan obat yang sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit inflamasi kulit. Efeknya yang cepat sering membuat pasien merasa sangat cocok dan ingin terus menggunakannya. Namun, penggunaan yang tidak tepat dan terlalu lama dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kulit menipis hingga ketergantungan steroid topikal. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa salep steroid bukan sekadar “salep gatal biasa”. Obat ini harus digunakan secara tepat, terbatas, dan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Salep steroid bisa sangat membantu, tetapi harus digunakan secara tepat dan terbatas.

Daftar Pustaka

1.     Bolognia JL, Schaffer JV, Cerroni L. Dermatology. 4th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. 

2.     Katzung BG, Vanderah TW. Basic and Clinical Pharmacology. 16th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2024. 

3.     Coondoo A, Phiske M, Verma S, Lahiri K. Side-effects of topical steroids: A long overdue revisit. Indian Dermatol Online J. 2014;5(4):416–425. 

4.     Ference JD, Last AR. Choosing topical corticosteroids. Am Fam Physician. 2009;79(2):135–140. 

5.     Hengge UR, Ruzicka T, Schwartz RA, Cork MJ. Adverse effects of topical glucocorticosteroids. J Am Acad Dermatol. 2006;54(1):1–15